1. Gambaran Umum
- Jumlah kelompok tani dinilai: 49 kelompok
- Penilaian membandingkan nilai tahun lalu dan tahun 2025, serta dampaknya terhadap kelas kelompok (Pemula, Lanjut, Madya).
- Hasil menunjukkan dinamika yang cukup tinggi, baik dari sisi perubahan skor maupun perubahan kelas.
2. Perubahan Skor Penilaian
a. Skor Naik
- 26 kelompok (53%) mengalami kenaikan skor
- Kenaikan tertinggi antara lain:
- KWT Lumbuang Rasoki: +255
- Mata Air: +177
- KWT Belimbing: +160
- JK Tuah Sakato: +106
- Kenaikan skor ini menunjukkan adanya:
- Peningkatan aktivitas kelembagaan
- Perbaikan administrasi dan manajemen kelompok
- Kemungkinan dukungan pembinaan yang efektif
b. Skor Turun
- 20 kelompok (41%) mengalami penurunan skor
- Penurunan signifikan terjadi pada:
- KWT Anggrek: −189
- Sabik Rasoki: −166
- KWT Sun Flower: −127
- Penurunan skor umumnya mengindikasikan:
- Berkurangnya aktivitas kelompok
- Administrasi tidak berjalan
- Minimnya pertemuan atau kegiatan usaha
c. Skor Tetap
- 3 kelompok (6%) tidak mengalami perubahan skor
- Menunjukkan kondisi stagnan, tidak ada kemajuan maupun kemunduran berarti.
3. Perubahan Kelas Kelompok
a. Kenaikan Kelas
- 5 kelompok berhasil naik kelas, di antaranya:
- Pemula → Lanjut
- Lanjut → Madya
- Contoh menonjol:
- Karya Tani
- Talang Ilia
- Mata Air
- JK Tuah Sakato
- KWT Hikmah
- Hal ini menunjukkan pembinaan berjalan efektif pada kelompok tertentu.
b. Penurunan Kelas
- 2 kelompok mengalami turun kelas, yaitu:
- Arrahman
- KWT Permata
- Penurunan kelas menjadi sinyal perlunya pendampingan intensif.
c. Kelas Tetap
- 42 kelompok (86%) tetap pada kelas semula
- Menandakan mayoritas kelompok masih berada pada kondisi stabil, namun sebagian belum cukup berkembang untuk naik kelas.
4. Distribusi Kelas Tahun 2025
- Kelas Pemula: 23 kelompok (47%)
- Kelas Lanjut: 23 kelompok (47%)
- Kelas Madya: 3 kelompok (6%)
Distribusi ini menunjukkan:
- Struktur kelompok tani masih didominasi Pemula dan Lanjut
- Kelompok Madya masih sangat terbatas, sehingga perlu strategi peningkatan kapasitas untuk mendorong kelompok Lanjut naik ke Madya.
5. Analisis Per Wilayah & Pembina
- Terdapat perbedaan capaian antar kelurahan dan PP Wilbi:
- Beberapa wilayah menunjukkan konsistensi peningkatan (contoh: Padang Tinggi Piliang, Subarang Batuang).
- Wilayah lain mengalami fluktuasi tinggi, termasuk penurunan skor ekstrem.
- Ini mengindikasikan perbedaan intensitas pembinaan, partisipasi anggota, dan keberlanjutan kegiatan kelompok.
6. Kesimpulan
- Secara umum, kinerja kelompok tani cenderung positif, ditunjukkan oleh lebih banyak kelompok yang mengalami kenaikan skor dibanding penurunan.
- Kenaikan kelas masih terbatas, sehingga fokus pembinaan perlu diarahkan pada:
- Penguatan kelembagaan
- Administrasi kelompok
- Pengembangan usaha tani
- Kelompok dengan penurunan skor tajam perlu pendampingan khusus agar tidak terus mengalami kemunduran.
- Diperlukan strategi berkelanjutan agar kelompok Pemula dan Lanjut dapat meningkat ke kelas yang lebih tinggi, khususnya menuju Madya.
Lebih lengkap tentang penilaian Poktan Pyk Barat Tahun 2025 dapat dilihat pada link berikut:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar